Kuliah Umum Mengenal Sepiritualisme dalam Islam (F-UAD)

 

Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag menyampaikan sambutannya pada kegiatan Kuliah Umum Mengenal Sepiritualisme dalam Islam di aula gedung F-UAD lantai 4. Kamis (12/09)

Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Noura Book Mizan Group menggelar kegiatan Kuliah Umum dengan tema Mengenal Spiritualisme Dalam Islam di aula gedung FUAD lantai4. Kegiatan Kuliah Umum kali ini menghadirkan dengan menghadirkan Dr. Haidar Bagir (pengarang buku Mengenal Tasauf, Spiritualisme Dalam Islam). Kamis, (12/09)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag (Rektor), Dr. Hajam, M.Ag (Dekan F-UAD), Mohamad Yahya, M. Hum (Moderator) dan tamu undangan. Kegiatan diikuti oleh ratusan peserta yang tediri dari dosen dan mahasiswa.

Kegiatan kuliah umum ini dibuka langsung oleh Dr. Hajam, M.Ag (Dekan F-UAD), melalui kegiatan ini beliau ingin memperkenalkan tasawuf dengan arti yang lebih serius dan luas kepada mahasiswa. Pasalnya pada 2019 ini pihaknya berencana membuka Jurusan Tasawuf dan Psikotrapi di bawah naungan fakultas yang dipimpinnya ini.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag menyampaikan, buku tasawuf yang ditulis Haidar Bagir berisi, selama dua dekade ini bahkan sejak setengah abad yang lalu di negeri maju, masyarakat dapat menyaksikan kembalinya spiritualisme atau mistisme dalam kehidupan manusia modern.

Pasalnya, keberhasilan peradaban modern dalam memenuhi tuntutan kemakmuran hidup, ternyata menggarisbawahi dahaga orang-orang pada spiritualisme atau mistisme yang sekaligus mengembalikan wajah cinta dan kedamaian agama di tengah hawa kebencian dan kekerasan yang mewabah bekakang ini.

“Inilah integrasi yang harus digapai dan bukan dalam tataran konsep semata. Dan ketertarikan terhadap tasawuf itu seharusnya lebih tinggi. Sebab tasawuf juga dilakukan oleh nabi dan diamalkan oleh nabi,” katanya.

Demikian pula dengan halnya spiritualisme islam, yakni tasauf. Keberhasilan peradaban modern dalam memenuhi tuntutan kemakmuran hidup ternyata justru menggaris bawahi dahaga orang-orang pada spiritualisme. Mistisme sekaligus juga mengembalikan wajah cinta dan kedamaian agama ditengah hawa kebencian dan kekerasan yang mewabah bekakang ini.