
UIN Siber Cirebon – Rangkaian Seminar Nasional Sains, Inovasi, Pendidikan, dan Pembangunan Berkelanjutan (SIPENA 1) yang digelar Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin semarak dengan hadirnya sesi paralel. Forum ini mempertemukan mahasiswa, guru, dan peneliti muda dari berbagai daerah untuk mempresentasikan hasil penelitian dengan penuh antusiasme.(23/08).
SIPENA 1 mengusung tema “Pembelajaran Konservasi untuk Mencapai SDGs” dan menghadirkan pemakalah dari berbagai institusi, baik internal UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon maupun eksternal seperti UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Andalas Padang, serta sekolah dan lembaga pendidikan di luar negeri.
Riset Kreatif dan Beragam
Topik yang dipresentasikan dalam sesi paralel menunjukkan betapa luasnya kontribusi ilmu biologi dan pendidikan terhadap isu nyata di masyarakat.
Dari internal UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pemakalah mengangkat inovasi pembelajaran biologi seperti:
- penerapan pendekatan SAVI berbasis praktikum,
- strategi peningkatan argumentasi ilmiah,
- pemanfaatan aplikasi Kalkulator BMI Cerdas untuk literasi kesehatan,
- penelitian motivasi belajar siswa Sekolah Indonesia Sabah Malaysia,
- hingga pengembangan digital game-based learning untuk meningkatkan minat belajar biologi.
Selain itu, mahasiswa juga mengeksplorasi potensi kewirausahaan dan sumber daya hayati. Riset yang dipresentasikan meliputi budidaya jamur tiram sebagai peluang usaha, pengolahan cicak kering untuk ekspor, serta pemanfaatan kulit sapi dan kerbau menjadi kerupuk rambak.
Dari pemakalah eksternal, riset yang diangkat antara lain:
- pemanfaatan sisa makanan santri pondok menjadi pupuk organik cair,
- kajian mikromorfologi stomata dan trikoma Hellenia speciosa di Sumatera dan Mentawai,
- pengembangan model pembelajaran ekologi dari Bandung,
- serta inovasi media pembelajaran berbasis Internet of Things (IoT) dari guru di Cirebon.
Forum Interaktif dan Inspiratif
Diskusi dalam sesi paralel berlangsung hangat dan interaktif. Peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan bertukar pengalaman lintas daerah. Antusiasme pemakalah muda menjadi warna tersendiri dalam forum ini.
“Saya merasa senang sekali bisa ikut SIPENA, karena bisa bertukar ide dan belajar langsung dari teman-teman dan pemateri lain,” ujar salah satu pemakalah dengan penuh semangat.
Wahana Kreativitas dan Kolaborasi
Melalui sesi paralel, SIPENA 1 membuktikan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari laboratorium besar atau penelitian jangka panjang. Kreativitas mahasiswa, guru, dan peneliti muda juga berperan penting dalam menghadirkan solusi nyata bagi pendidikan, lingkungan, hingga kewirausahaan berbasis biologi.
Semangat kolaboratif ini diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik sekaligus mendorong kontribusi sains dan pendidikan dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).