International Conference on Positive Parenting 2025 Angkat Isu Kelelahan Emosional Orang Tua, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Hadirkan Perspektif Inovatif

UIN Siber Cirebon (Pontianak) – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak sukses menyelenggarakan International Conference on Positive Parenting 2025 dengan tema “Mengatasi Kelelahan Emosional Orang Tua: Jalan Menuju Kesejahteraan Keluarga Global”. Konferensi internasional ini menjadi ajang strategis mempertemukan para pakar, akademisi, konselor, dan praktisi dari Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Singapura dalam membahas tantangan pengasuhan positif di era modern.(28/08).

Acara yang berlangsung selama dua hari di Gedung Pascasarjana IAIN Pontianak ini menyoroti fenomena parental burnout atau kelelahan emosional pada orang tua, sebuah isu yang kian mendapat perhatian global seiring meningkatnya kompleksitas dinamika keluarga di era digital.

Narasumber Internasional Hadirkan Perspektif Lintas Budaya

Sejumlah pakar internasional hadir sebagai pembicara utama, antara lain:

  1. Datin Dr. Siti Taniza Toha, Presiden PEKA Malaysia,
  2. Mohammad Thohir, UIN Sunan Ampel & Presidium PABKI Indonesia,
  3. Randi Saputra, M.Pd., Kons., IAIN Pontianak,
  4. Tuan Ali Yusri bin Abdul Ghafor, Kaunselor UNISSA/PEKA Brunei Darussalam,
  5. Ustazah Wannadawah Ja’far, Lecturer Al-Zuhri Singapura.

Para narasumber mengupas isu kelelahan emosional orang tua, dinamika pengasuhan lintas budaya, serta strategi penguatan kesejahteraan keluarga melalui pendekatan psikologis, religius, dan sosial.

Kontribusi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut berperan aktif dengan menghadirkan dua perwakilannya:

  • Jaja Suteja, M.Pd.I, Wakil Dekan II FDKI, dengan presentasi “Psikospiritualitas Berbasis Kecerdasan Artifisial dalam Meningkatkan Kesejahteraan Emosional Anak”.
  • Bambang Setiawan, M.Pd., Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) FDKI, dengan presentasi “Father Wound dan Dampaknya bagi Psychological Well-Being Anak”.

Kedua kontribusi ini menegaskan peran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendorong integrasi riset psikospiritual, teknologi, dan psikologi keluarga sebagai upaya menjawab tantangan global.

Harapan dan Dampak Konferensi

Konferensi ini diharapkan melahirkan kerja sama akademik lintas negara, riset kolaboratif, dan strategi implementatif dalam memperkuat ketahanan keluarga global.

“Konferensi ini merupakan ruang strategis bagi kita untuk menyatukan perspektif lintas negara dalam menjawab tantangan besar keluarga di era digital,” ujar Dr. Hesty Nurrahmi, M.Pd., selaku tuan rumah kegiatan.

Dengan keberhasilan penyelenggaraan konferensi ini, Pontianak tidak hanya menjadi pusat diskusi akademik, tetapi juga titik temu gagasan untuk membangun keluarga tangguh, sehat, dan sejahtera di tengah dinamika global.