
UIN Siber Cirebon (Karanganyar) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 56 Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) melaksanakan program inovatif bertajuk “Pengelolaan Limbah Ramah Lingkungan” di Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan pengolahan eceng gondok menjadi briket ramah lingkungan.(13/08).
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah sekaligus memberikan solusi praktis yang bisa diterapkan secara mandiri di rumah. Dalam praktiknya, mahasiswa mengajak warga memanfaatkan sisa sayuran, kulit buah, hingga daun kering untuk dijadikan pupuk alami melalui metode aerobik sederhana. Hasil kompos ini dapat digunakan langsung untuk menyuburkan tanaman warga tanpa harus membeli pupuk kimia.
Tak hanya itu, tim KKN 56 juga memperkenalkan teknologi briket berbahan dasar eceng gondok. Tanaman air yang kerap dianggap gulma ini dikeringkan, dicacah, dibakar, lalu dicampur dengan tepung tapioka sebelum dicetak menjadi briket. Setelah dijemur, briket siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan kayu bakar.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun pemerintah desa. Kepala Desa Karanganyar, H. Amin Wardiya, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasinya atas kontribusi mahasiswa KKN.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam mengatasi masalah limbah dan membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini perangkat desa, RT/RW, serta warga yang terlibat langsung dalam praktik pembuatan kompos dan briket. Mahasiswa berharap, inovasi ini dapat menanamkan nilai keberlanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi hijau berbasis lokal.
Lebih jauh, tim KKN 56 mendorong agar program pengolahan kompos dan briket dapat terus dilanjutkan pasca-KKN sebagai bagian dari gerakan desa hijau dan mandiri energi. Dengan demikian, Desa Karanganyar bukan hanya mampu mengurangi permasalahan limbah, tetapi juga bertransformasi menuju desa yang lebih ramah lingkungan dan berdaya secara ekonomi.