Kemenpar dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan dengan tema ” Kemenpar Goes to Campus” di Aula Gedung Pascasarjana Lantai 3 IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jum’at (26/07).

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Sub Bagian Pengembangan Sumber Daya Masyarakat (SDM) Kemenpar Republik Indonesia mengadakan pelatihan dasar SDM kepariwisataan dengan tema “Kemenpar Goes to Campus” yang diikuti 250 mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon di aula lantai 3 gedung pascasarjana kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jumat (26/7).

Kasubid Pengembangan SDM Kepariwisataan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, Alfin Merancia menjelaskan, mahasiswa merupakan kaum milenial yang memiliki potensi untuk dapat mempromosikan terkait pariwisata di suatu daerah melalui media sosial yang mereka miliki.

“Kita goes to campus untuk melakukan pelatihan SDM kepariwisataan tersebut. Diutamakan kampusnya adalah kampus yang belum memiliki jurusan pariwisata. Di Jawa Barat kita kunjungi delapan titik, salah satunya Kota Cirebon dan bertempat di kampus IAIN Syekh Nurjati,” ungkap beliau.

Ia menambahkan, saat ini pengembangan pariwisata merupakan prioritas nasional.“Untuk peningkatan SDM ini adalah amanat Presiden Joko Widodo, makanya tahun ini disebut tahun SDM. Untuk itu kami dari Kemenpar melakukan kegiatan ini yang salahsatu sasarannya adalah mahasiswa. Mereka ini kaum milenial yang berkaitan dengan gadget. Mereka dapat memposting tempat wisata yang mereka kunjungi dengan menyertakan #wonderfulindonesia,” tuturnya.

Menurut beliau, salah satu dampak yang akan dapat dirasakan oleh masyarakat dari berkembangnya pariwisata ialah ekonomi. Pasalnya, dengan banyaknya kunjungan wisatawan tersebut dapat menciptakan peluang usaha baru, sehingga geliat perekonomian dari sekitar objek wisata tersebut dapat meningkat.

Sementara itu, H.Sumanta Hasyim, M.Pd (Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon) mengungkapkan, Cirebon memiliki destinasi wisata yang sangat banyak, mulai dari wisata kuliner, religi, hingga sejarah. Sehingga, dalam mendukung potensi tersebut pihaknya akan membuka program studi (prodi) khusus terkait pariwisata di kampus yang ia pimpin tersebut.

 

Bagikan ini: