Balitbang Agama Jakarta Bekerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Kegiatan Seminar dan Ekspos Produk Akademik

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta menggandeng kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui kegiatan Seminar dan Ekspos Produk Akademik yang digelar selama dua hari, Senin-Selasa (3-4/10/20022) di Auditorium Lantai 3, Pascasarjana, kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Menurut Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta, Dr H Samidi, M.Si, bahwa ini merupakan salah satu program Balitbang di wilayah kerjanya. Wilayah kerja tersebut meliputi Banten, DKI, Jawa Barat dan seluruh kepulauan Sumatra.
Samidi menjelaskan, moderasi beragama merupakan bagian dan prioritas di Kementerian Agama, sehingga moderasi beragama menjadi program yang spesial dan perlu didukung oleh semua elemen.

Sehingga, katanya, moderasi beragama ini perlu kita tekankan antara lembaga pendidikan yang memiliki tugas dan fungsi (tusi) untuk menyelenggarakan pendidikan kepada mahasiswa terutama di perguruan tinggi dan masyarakat-masyarakat penyelenggara pendidikan agar memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya sikap beragama.

“Yakni bagaimana cara beragama yang baik dan tidak terlalu ke kanan-kananan juga tidak terlalu ke kiri-kirian. Balitbang Agama Jakarta berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat melalui dunia pendidikan, salah satunya adalah dengan ekspos dan seminar-seminar kegiatan, termasuk ekspos produk akademik,” terangnya.

Samidi mengabarkan bahwa pihaknya memiliki jurnal bernama Penamas yang sudah akreditasi Sinta dua, dan di antara jurnal Penamas itu memiliki tema tentang moderasi beragama.

“Moderasi beragama inilah yang kita seminarkan dan kita publikasikan. Ini merupakan hasil penelitian rekan-rekan di perguruan tinggi maupun dari para peneliti lainnya, sehingga hasil temuan-temuan itu kita sosialisasikan ke perguruan tinggi di wilayah kerja Balitbang Agama Jakarta.

Samidi juga menegaskan, bahwa kegiatan seminar dan ekspose produk akademik ini sudah dilakukan di sejumlah perguruan tinggi di indonesia, di antaranya Banten, Bandung maupun di IAIN Cirebon, seperti kegiatan sekarang ini.
Menurut Samidi, target dari kegiatan ini adalah mempublikasikan hasil penelitian dan riset dari rekan-rekan Balitbang Agama Jakarta agar dikenal oleh dunia perguruan tinggi. Baik itu hasil-hasil penelitian maupun pengembangan, dan buku-buku yang ada di kita bisa disitasi dan rujukan untuk penulisan skripsi, tesis maupun disertasi dan penelitian-penelitian lainnya. “Itu target dari kita,” ucapnya.

Untuk itu harap Samidi, pihaknya bisa bersinergi dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di wilayah kerjanya dengan mempublikasi moderasi beragama ke seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag menyatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita. Maka atas nama civitas akademika IAIN Cirebon mengucapkan terimakasih yang setinggi tingginya dan apresiasi yang sebesar besarnya kepada Kepala Balitbang dan Kapus yang telah menggandeng kampus IAIN Cirebon pada kegiatan seminar dan ekspos produk akademik ini.

Sumanta pun berharap, IAIN Cirebon bisa terus digandeng dan didampingi oleh Balitbang untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya.

Dijelaskan Sumanta, bahwa kerjasama dengan Balitbang sudah dilakukan pada kegiatan-kegiatan sebelumnya. Salah satu karya monumentalnya adalah penerjemahan qur’an ke bahasa Cirebon.

“Hasil penerjemahan bahasa ini sangat bermanfaat dan akan disebar ke pusat pusat publik, seperti masjid dan lainnya,” terang Sumanta.

Selain itu, kata Sumanta, seminar dan ekspos produk akademik ini, menutut kesadaran kita terhadap ilmu pengetahuan dan agama, maka tentu saja ini harus terimplementasi dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam konsep moderasi beragama.

Kemudian kerjasama lainnya adalah Dialog Kebudayaan, di mana kita bisa berdialog dengan sejumlah pakar budaya dan pakar lainnya untuk bagaimana Cirebon menjadi destinasi karena kita memilki warisan budaya yang melimpah dari para leluhur kita.
Di kehangatan sambutannya, Sumanta juga menyinggung soal Tridharma Perguruan tinggi. Di mana kata Sumanta, kita tidak hanya berpangku pada satu Tridharma tetapi juga harus ada pengembangan berupa penelitian dan implementasi berupa pengabdian.

“Tridharma ini merupakan suatu keniscayaan yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi dan ini sudah di backup oleh Balitbang,” tandasnya
Sementara itu, kegiatan Seminar dan Ekspos Produk Akademik dengan tema “Sinergitas Masyarakat dan Dunia Pendidikan Dalam Moderasi Beragama” ini dihadiri ratusan mahasiswa, dosen dan sejumlah pimpinan di lingkungan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Bagikan ini: