FSEI IAIN Cirebon Targetkan 1200 Mahasiswa Baru Jalur SPAN-UM PTKIN 2022

zzz

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menargetkan 1200 mahasiswa dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2022/2023.

Dekan FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Aan Jaelani MAg mengungkapkan, target tersebut untuk memenuhi 8 program studi (prodi) yang ada di fakultas setempat.

Sebanyak 8 prodi tersebut ialah, Hukum Keluarga Islam akreditasi A, Hukum Ekonomi Syariah akreditasi Baik, Perbankan Syariah akreditasi B, Ekonomi Syariah akreditasi Baik, Akuntansi Syariah akreditasi B, Hukum Tatanegara akreditasi Baik, Pariwisata Syariah (prodi baru) akreditasi baik, dan Ilmu Falak (prodi baru) akreditasi baik.

Tahun akademik sebelumnya, yaitu 2021/2022, Aan mengungkapkan, pihaknya menerima 1050 mahasiswa baru. Sedangkan tahun akademik 2022/2023 ini pihaknya menaikan target PMB menjadi 1200 mahasiswa baru.

“Tahun ini ada kenaikan 150 mahasiswa baru yang kita targetkan. Mudah-mudahan dengan ikhtiar, kerja keras, dan kolaborasi dengan stakeholder dan pihak-pihak yang terkait target capaian mahasiswa baru dapat terpenuhi,” kata Aan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/2/2022).

Aan menjelaskan, tahapan penerimaan mahasiswa baru tersebut akan dimulai pada bulan Februari 2022 ini. Salah satu langkah yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut, yaitu dengan melakukan berbagai sosialisasi ke berbagai sekolah yang ada di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.

Seperti, lanjut dia, pihaknya akan melakukan kunjungan ke berbagai sekolah dan madrasah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat di wilayah III Cirebon yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Selain itu, pihaknya juga akan menyambagi sekolah di Tegal, Brebes, Subang, dan daerah lainnya.

“Ini sebagai bagian dari sosialisasi PMB. Kemudian di bulan Februari (2022) kita akan menyelenggarakan sosialisasi PMB dengan para pengelola sekolah dan madrasah juga pondok pesantren sebagai bagian dari implementasi penerimaan mahasisw baru,” jelas Aan.

Untuk PMB, dia memaparkan, pihaknya akan mengikuti tahapan dan jalur sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Seperti, melalui SPAN-UM PTKIN, UM-PTKIN, maupun Ujian Mandiri.

Untuk pemerataan dalam PMB tahun 2022 ini, Aan mengatakan, pihaknya telah membuat kriteria yang akan diterapkan. Kriteria tersebut menyesuaikan prodi dan asal mahasiswa. Sehingga, lulusan yang dihasilkan nanti diharapkan dapat memenuhi kebutuhan zaman.

“Kita juga melihat kebutuhan di masa mendatang dari kedelapan prodi tersebut. Sehingga akan selalu ada perubahan dari target capian atau rombongan belajar yang ada di setiap prodinya,” katanya.

Untuk itu, Aan memaparkan, dari 8 prodi yang ada di fakultas tersebut, akan ada yang akan dinaikan jumlah mahasiswanya, ada yang tetap, dan ada pula yang akan diturunkan.

“Ini melihat kebutuhan lokal, kebutuhan pembangunan nasional, dan pemerataan di bidang pendidikan tinggi. Terutama peluang kerja dari para alumni,” ujarnya.

Prodi yang akan mengalami penurunan jumlah penerimaan mahasiswa baru tersebut, yaitu prodi-prodi yang telah mimiliki banyak alumni. Sementara, prodi yang bidang keilmuannya dibutuhkan di masa yang akan datang akan digenjot untuk ditingkatkan.

“Kita berharap penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2022/2023 ini dapat menghasilkan input mahasiswa yang baik dan memiliki prestasi di bidang akademik maupun non akademik. Sehingga kita bisa menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Cirebon dan sekitarnya,” tandasnya.