Kesiapan Menuju Siber, FDKI IAIN Cirebon Mengadakan FGD Pengelolaan Jurnal dan Literasi Digital Berbasis Siber

Dr. Siti Fatimah, M.Hum (Dekan FDKI) menyampaikan sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (F-DKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengelola Jurnal dengan mengundang narasumberĀ Busro, S.Ud., M.Ag (UIN SunanĀ  Gunung Djati Bandung) Kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WIB yang dihadiri oleh 50 peserta termasuk ketua dan sekertaris jurusan, bertempat di Gedung J Lantai 3 LPM kampus setempat. Senin, 12/02/24.

Dr. Siti Fatimah, M.Hum (Dekan FDKI) membuka kegiatan tersebut dan berharap dalam pelaksanaan agenda FGD diharapkan dapat menunjang produktivitas civitas akademik terutama Dosen dalam kepenulisan artikel jurnal dan para pengelola jurnal dapat menghailkan outcomes kualitas jurnal yang dikelola berbasis digital yang terakreditasi.

Selanjutnya, agenda diisi oleh Busro, S,Ud., M.Ag dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan dimoderatori oleh Suciadi Ramdani, M.Ant. Kegiatan FGD dilakukan sekaligus me-review dari jurnal-jurnal yang ada di lingkungan FDKI yaitu jurnal Orasi, Propetic, IJRT dan Empower. Dalam paparannya diawali dengan pengalaman dalam mengelola Jurnal yang bereputasi melalui 2 cara yaitu melalui akreditasi dan indeksasi. Adapun beberapa syarat tambahan akreditasi-baru-reakreditasi meliputi: nama Jurnal harus sama denga indeks yang ada di Garuda, minimal editor dari 2 lembaga, memasukan user dan password Editor.

Unsur dalam penilaian jurnal meliputi penamaan jurnal ilmiah, kelembagaan penerbit, penyuntingan dan manajamen jurnal, substansi artikel, gaya penulisan, penampilan, keberkalaan, penyebarluasan. Adapun bobot manajemen jurnal adalah 48 untuk standar Sinta 5 dan 52 untuk bobot substansi jurnal. Kebijakan yang digunakan untuk menuju Sinta 2 adalah Kebijakan reakreditasi. Tools yang digunakan dalam penilaian akreditasi adalah Arjuna. Disampaikan pula bahwa diversitas keterlibatan luar negeri dalm beberapa aspek penilaian menjadi pertimbngan terbesar dalam akreditasi jurnal.

Pemateri memberikan beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk tembus Sinta 2 berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan pada jurnal Propetic sebagai contoh rujukan, diantaranya: Mitra bersari 4 negara; Editor terdiri dari 4 negara dengan orang yang berbeda; layout dibetulkan; OJS digunakan untuk seluruh Mitra Bestari; penulis diusahakan dari luar negeri/afiliasi luar negeri (tidak harus jadi penulis pertama); intervensi format artikel jurnal, bengkel artikel; referensi pastikan 80% primer, 20% mutakhir dan menggunakan mendeley/Zetero; mengubah format .bib dapat menggunakan Chat GPT; abstrak berbahasa inggris, pastikan jika ada gamar ada caption-nya, penggunaan bahasa inggris pda artikelnya, meningkatkan visitor jurnal.

Harapannya setelah diadakannya kegiatan ini, maka Pengelola Jurnal dapat meningkatkan kapasitasnya agar dapat memahami literasi digital serta meningkatkan kualitas dari jurnal masing-masing jurusan. bk*