Memperkuat karakter bangsa melalui Pemuda Milenial, HIMASOS IAIN Cirebon gelar Seminar Nasional

Narasumber : KH Huseun Muhammad (Founder Perguruan Tinggi Institut Studi Islam Fahmina Cirebon) dan Muhammad Abdullah Syukri MA (Indonesian Delegation For 1000 Abrahamic Circles Project) 
Tantangan industri 4.0 tidak harus cukup dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas Perguruan Tinggi saja, tetapi juga harus diperhatikan soal aspek mental dalam menjalankannya.
Apalagi menyangkut peran pemuda milenial, sepertinya menjadi menarik untuk didiskusikan sebagai kelompok ‘zaman now’ yang gandrung terhadap kesiapannya menghadapi revolusi industri 4.0.
Terutama menyangkut sikap dan pandangan (mental dan intelektual) para pemuda dalam menatap masa depan, sehingga kondisi ini membuat greget HIMASOS IAIN Cirebon, untuk pecahkan melalui Seminar Nasional tentang “Menguatkan Peran Generasi Muda dalam Mengembangkan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Islam” yang digelar di lantai 4, FUAD IAIN SNJ Cirebon, Senin, (02/12/2019).
Ketua jurusan IPS Dr. H. Nuryana, M.Pd memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada HIMASOS yang telah menyelenggarakan seninar nasional tersbut, beliau juga  menyampaikan seminar ini bisa membawa inspirasi baru bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter bangsa melalui pendidikan islam
Seminar Nasional dibuka oleh Wakil dekan III FITK Dr. H Saifuddin,M.Ag, dalam sambutannya beliau menyampaikan seminar ini sangat penting bagi generasi muda bangsa, terutama bagi mahasiswa, dan juga untuk mengenalkan tokoh2 lokal yg sudah berlevel nasional
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS), IAIN SNJ Cirebon, Riyo Maheso Jenar menjelaskan jika kegiatan seminar nasional ini mengundang dua pembicara ternama yakni KH Huseun Muhammad (Founder Perguruan Tinggi Institut Studi Islam Fahmina Cirebon) dan Muhammad Abdullah Syukri MA (Indonesian Delegation For 1000 Abrahamic Circles Project).
Dijelaskan, seminar ini diadakan untuk membangun semangat dan pola pikir para mahasiswa dan pemuda sebagai generasi milenial agar bisa berkarakter sesuai dengan Islam dan berkepribadian Pancasila.
“Kita masih melihat, kaum milenial yang terjebak oleh sikap-sikap hendonis, sehingga sudah jarang  mendalami budaya dan pendidikan Islam, malah justru lebih banyak mengadopsi budaya barat, seperti main game online dan lainnya,” terang Rio Maheso Jenar.
Sementara itu, dalam kupasan materi seminar, KH Huseun Muhammad menjelaskan, bahwa saat ini terjadi kegelisahan-kegelisahan di mana dengan berkembangnya sikap ekstrimisme. Sehingga pada sejumlah pertemuan dunia, selalu mengambil tema soal-soal perdamaian.
“Islam dulu itu maju, karena menyumbang peradaban manusia begitu besar dengan pandangan pandangan majunya,” ujar KH Husein Muhammad.
Sedang menyangkut soal ekstrimisme yang dimaksud, Kata KH Husein Muhammad, adalah telah menyebarnya kekerasan atas nama agama, dan ini mencemaskan bagi masa depan kita.
“Realitas itu adalah wajah dari dunia, pandangan ini karena dari proses sistem kita yang gagal.  Dan pendidikan harusnya menjadi proses mengaktualisasukan kemanusiaan untuk menjadi menambah baik, karena pendidikan itu proses mengaktualkan potensi kemanusiaan, potensi spiritual, potensi intelektual dan potensi energi,” katanya.
Maka disinilah pentingnya peran pendidikan, yang harus lebih memanusiakan manusia melalui keilmuan dan potensi yang dikembangkan. Hal itu bisa juga sebagai proteksi dini, karena pendidikan kita, dan pergerakan islam dulu selalu mengibarkan kemajuan-kemajuan bagi masa depan.
Bagikan ini: