Pelaksanaan UM-Mandiri IAIN Cirebon Dijalankan Secara Offline dengan sistem CBT

Pelaksanaan Ujian Mandiri yang digelar di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (11/8/2020) dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Peserta yang datang pun wajib menggunakan masker serta mencuci tangan dan berpakaian berwarna hitam putih dengan membawa surat kesehatan dari dokter.

Kabag Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamalul Iman Billah SAg MA menjelaskan, protokol kesehatan mutlak diterapkan di lingkungan kampus.

Para pengantar dan yang tidak berkepentingan dilarang masuk, kecuali peserta Ujian Masuk Mandiri. Seluruh pintu dijaga ketat pihak panitia dan Satpam setempat.

Kamal menjelaskan, pada UM Mandiri tahun ini, ada 788 peserta yang terbagi dalam masing-masing sesi 100 orang. Sesi pertama 3 sesi, hari kedua 3 sesi dan hari ketiga 2 sesi.

Sementara pada masing-masing sesi, kata Kamal terdapat 100 orang, kecuali hari terakhir hanya 88 orang. Sementara setiap sesinya dibagi 5 ruang dan setiap satu ruang diisi 20 orang. Hal ini sebagai bentuk menjaga jarak dari situasi yang masih covid 19.

Peserta UM SPMB IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2020 sedang mengikuti tes berbasis CBT

“Secara prosedur kami terapkan protokol kesehatan, semua calon mahasiswa di cek di depan, terutama di cek jadwalnya, namanya dan sesinya, jika sudah benar maka dipersilahkan masuk area kampus untuk selanjutnya di cek suhu badannya serta mencuci tangan,” kata Kamal.

Dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri ini, kata Kamal lagi dengan Sistem Computer Based Test (CBT) dengan materi atau soal yang diacak dan tempat duduk yang berjauhan, sehingga UM Mandiri ini benar-benar menuntut kualitas dan kemampuan masing-masing peserta.

Sementata itu, Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Zuhri MAg menyatakan, ini merupakan tahun pertama ujian mandiri di IAIN Cirebon menggunakan sistem CBT.

“Jadi basisnya menggunakan aplikasi computer yang nanti bisa ketahuan skor dan nilainya dan juga untuk meningkatkan objektifitas, meningkatkan kualitas karena memang soalnya diacak disetiap meja berbeda-beda sehingga meminimalisir kecurangan. Disamping juga untuk mempercepat hasil seleksi,” ujarnya.

Menurut Saefudin Zuhri, pada tahun ini ada 788 calon mahasiswa yang ikut tes dan quota yang dibutuhkan hanya 20 persen dari total penerimaan tahun 2020. Sedangkan materi yang diujikan itu meliputi tes kompetensi dan potensi.

Pasca mereka test UM Mandiri dan diterima menjadi mahasiswa IAIN Cirebon maka pihaknya berharap mendapat calon-calon mahasiswa yang baik dan berkualitas sesuai dengan jurusan prodinya masing-masing.

Peserta menjalankan protokol kesehatan dengan pengecekan suhu, menggunakan handsanitezer dan cuci tangan sebelum memasuki ruang tes
Bagikan ini: