Seminar Keprofesian Matematika (T-MTK FITK)

Sambutan Dr. H. Saifuddin, M.Ag (Wadek III) pada kegiatan Seminar Keprofesian Matematika dengan tema “The Importance of Math Profetion in Society 5.0”  yang dilaksanakan di aula gedung FITK lantai 5 secara luring dan daring.

Tadris Matematika (T-MTK) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Seminar Keprofesian Matematika dengan tema “The Importance of Math Profetion in Society 5.0”  yang dilaksanakan di aula gedung FITK lantai 5 secara luring dan daring. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. H. Saifuddin, M.Ag (Wadek III), Dr. Muhamad Ali Misri, M.Si (Kaprodi T-MTK), Perwakilan Dema, Perwakilan Sema dan tamu undangan. Kegiatan seminarT-MTK tersebut dapat diikuti pada canal youtubenya.  dengan menghadirkan narasumber Drs. H. Asep Jihad, M.Pd (UIN Bandung) dan Yandi Heryandi, M.Pd (Dosen IAIN Cirebon). Selasa (29/03/2022).

 

Wakil Dekan FITK, Dr. H. Saifuddin, M.Ag dalam sambutannya beliau mengatakan, penguasaan teknologi bagi guru Matematika jadi keharusan. Hal itu selaras dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang. Sekaligus tuntutan keadaan di masa pandemi Covid-19. “Era 5.0 inikan era robotik, era drone, era artificial intelegent, ini penting sekali membekali calon-calon guru Matematika untuk menatap masa itu yang kayanya sudah tiba”.

Menurut beliau, kompetensi guru Matamatika harus terus dilatih. Walaupun secara naluri guru Matematika biasa sangat adaptif pada kompetensi di bidang teknologi. “Maka secara sederhana guru Matematika yang harus berkiprah di era 5.0 itu adalah yang welcome IT. Yang harus sudah IT nya hebat ya”.

Disamping itu, kompetensi dasar seorang guru yakni penguasaan metodologi, profesionalitas dan berkepribadian harus tetap melekat. Namun, kompetensi di bidang teknologi adalah nilai tambah. “Plus nya adalah era 5.0 ini kita harus siap dengan IT. Biasanya orang Matematika saya kira cenderung menyukai dan adaptif terhadap teknologi”. Apalagi, secara kelembagaan, IAIN Cirebon sedang berproses menjadi perguruan tinggi berbasis siber. Setiap jurusan dan fakultas hingga lulusannya harus terbiasa dengan teknologi.

Dr. Muhamad Ali Misri, M.Si (Kaprodi T-MTK) dalam sambutannya mengatakan, dengan menguasai kompetensi di bidang teknologi tak sulit guru Matematika meniti karir. Banyak sekolah membutuhkan guru yang punya nilai tambah di bidang teknologi. “Harapannya fokus agar mereka menjadi seorang guru Matematika yang berakhlaqul karimah dan tentu saja menjunjung tinggi nilai-nilai Matematika”.

Bagikan ini: