Mahasiswa Jurusan PMI Melakukan Studi Lapangan di Hutan Mangrove Indramayu

Abdul Latif pegiat mangrove di Karangsong, memberikan arahan kepada mahasiswa PMI yang sedang melakukan kujungan studi lapangan.

Dalam rangka menambah wawasan keilmuan, pengembangan dan praktek teknologi terapan, Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Ushuluddin Adab dab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  melakukan Field Study di Rumah Berdikari dan Ekowisata Mangrove di Kabupaten Indramayu. Rabu, (30/10/2019).

Kunjungan tersebut diikuti 30 orang Mahasiswa PMI semester VII yang di dampingi langsung oleh Dr. Sitti Faoziyah, M.Ag, Nurlaili Khikmawati, S.Pd, M.Ant  sebagi Dosen pembimbingan lapangan, dengan harapan  bisa menambah wawasan keilmuan, pengembangan dan praktek teknologi terapan bagi mahasiswa.

Dr. Sitti Faoziyah, M.Ag menyampaikan pekan kunjungan lapangan ini merupakan kegiatan rutin dalam proses belajar di jurusan PMI terutama pada bebrapa mata kuliah Core ilmu pengembangan masyarakat. “ Karena  disiplin ilmu pengembangan masyarakat merupakan rumpun ilmu sosial terapan, jadi kami perkenalkan mata kuliah teknologi tepat guna dalam praktek pengembangan komunitas”. Pungkasnya.

Abdul Latif pegiat mangrove di Karangsong, memberikan arahan kepada mahasiswa PMI yang sedang melakukan kujungan studi lapangan.

Ia pun  menegaskan, Pemilihan lokasi kunjungan juga mesti yang relevan dengan tujuan mata kuliah. Rumah Berdikari dan Ekowisata Mangrove merupakan tempat yang tepat untuk  menambah wawasan keilmuan dan praktek karena terdapat komunitas pegiat budi daya dan pengolahan mangrove. Seperti yang di lakukan Salah seorang tokoh lokal pegiat mangrove di Karangsong, Bapak Abdul Latif. Bukan saja pembudidaya, namun beliau telah menjadikan mangrove sebagai bahan dasar produk olahan yang bernilai ekonomis. Seperti pakan ikan, kecap, dodol, sirup, masker, rempeyek dan lain-lain.

Seperti yang disampaikan oleh Dr. Sitti Faoziyah, M.Ag, bahwa proses pemberdayaan masyarakat juga unsur penting diperhatikan oleh mahasiswa PMI. Menurutnya pemberdayaan masyarakat juga merupakan perangkat teknologi rekayasa sosial yang bertujuan merubah kondisi masyarakat yang lebih sejahtera dalam arti luas. Pemberdayaan masyarakat merupakan proses penumbuhan ide-ide  kreatif dan mengembangkan teknologi tepat guna berbasis daya cipta karsa masyarakat lokal itu sendiri.

Disamping itu Nurlaili Khikmawati, S.Pd, M.Ant sebagai dosen pembimbing lapangan menambahkan bahwa, tradisi lokal pun bisa disentuh teknologi terapan yang bisa berdampak pada pelestarian budaya lokal yang bermanfaat untuk  keeratan warga masyarakat. Disamping itu, budaya lokal indramayu dapat terpublikasi pada masyarakat yang lebih luas jika menggunakan teknologi medsos

Menurut salah seorang mahasiswa sekaligus ketua pelaksana kunjungan, Bambang Mulyana, bahwa kegiatan semacam ini sangat bermanfaat karena dapat  menambah spirit dari pegiat lingkungan yang sudah senior agar bisa dilanjutkan oleh generasi muda. Mangrove yang semula hanya dipahami sebagai penangkal abrasi ternyata dapat diolah dan berdampak pada tambahan ekonomi keluarga. “Model belajar outdoor seperti ini juga mendorong kreatifitas mahasiswa utk menjaga kelestarian alam dan menjadi peluang usaha”.ujarnya.

Mahasiswa Jurusan PMI menyelusuri hutan mangrove dalam rangka kujungan studi lapangan.
Foto bersama :  Abdul Lati (Pegiat mangrove di Karangsong) Dr. Sitti Faoziyah, M.Ag, Nurlaili Khikmawati, S.Pd,,M.Ant (Dosen Pembimbing Lapangan)  Bambang Mulyana (Mahasiswa PMI) 
Bagikan ini: